Jakarta - Presiden SBY mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.3 Tahun 2012 soal Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan. Dalam aturan tersebut, SBY menyisakan minimal 45% dari luas Kalimantan untuk hutan tropis basah.
Selamat Datang Di blogspost KLIKA
Jumat, 20 Januari 2012
Salah Urus pada Hasil Bumi
Sepanjang 2011, karut-marut mewarnai tata niaga sejumlah komoditas hasil bumi. Perkaranya terkait kebijakan ekspor-impor yang berimbas pada kehidupan pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Kasus yang menonjol di antaranya rotan, hasil perikanan, dan hortikultura.
Selasa, 08 November 2011
Mapala Tangerang Tolak Proyek JRSA Ujung Kulon
Sejumlah mahasiswa pencinta alam (Mapala), pelajar dan pemerhati lingkungan asal Tangerang melakukan melakukan kampanye damai penolakan Proyek Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSA) , Jumat (28/10). Aksi penolakan itu dilakukan dengan cara longmarch dengan rute UMT - UNIS, Tugu Adipura - Alun-Alun Ahmad Yani - Polres Metro Tangerang - Pertigaan Masjid Agung. Para Mahasiwa juga membagikan leaflet penolakan proyek dan membentangkan bendera merah putis dalam aksinya.
Mahasiswa Demo Tolak Pagar Listrik untuk Badak di HI
Jakarta (Ari Saputra - detikNews) - Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) menolak pagar listrik di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Mahasiswa menggelar bendera merah putih jumbo dan aneka poster.Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari kelompok pecinta alam (Mapala).
Selasa, 19 Juli 2011
Deforestasi Kawasan Danau Toba
Medan-ORBIT:Sudah lama terungkap kawasan Danau Toba yang menjadi kebanggan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dan merupakan objek wisata mancanegara mengalami kerusakan.
Menurut pakar lingkungan hidup Ir Jaya Arjuna beberapa waktu lalu, selain air Danau Toba mengalami penurunan, juga lingkungan di sana kotor dan mengalami kerusakan berat. Sehingga memerlukan keseriusan penangannya.
Informasi dihimpun Harian Orbit hingga Minggu (17/7), lebih kurang 50.000 hektar dari hampir 370 ribu hektare lahan di kawasan Danau Toba mengalami kerusakan kecil hingga berat, sehingga harus serius ditangani untuk menjaga kelestarian danau itu.
Kamis, 09 Desember 2010
KLIKA Tanam 5.000 Pohon di Lahan Adat BPRPI Sicanggang
Memperingati hari nanam pohon Indonesia
Masyarakat adat BPRPI Sicanggang Bergandeng Tangan dengan pemerintah Setempat Dalam Menghadapin Perubahan Iklim
Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia ( BPRPI) dengan Konsorsium Lestari Indonesia Kita ( KLIKA) melakukan penanaman Lima Ribu pohon yang dipusatkan di Kecamatan Sicanggang Kab. Langkat, Minggu (5/12).
Selasa, 30 November 2010
Gempa 5,2 SR Getarkan Parapat
Medan (ANTARA) - Gempa berkekuatan 5,2 skala richter terjadi di sekitar lokasi wisata Danau Toba dan menggetarkan kawasan Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu, pukul 07:50 WIB.
Kabid Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan Hendra Suwarta mengatakan, gempa tersebut terjadi di 2,62 lintang selatan dan 98,92 bujur timur.
Aktivis AIDS Batam Bagikan Kondom

Batam (ANTARA) - Puluhan aktivis AIDS di Batam, Provinsi Kepulauan Riau membagikan kondom dan selebaran kepada sejumlah pengguna kendaraan di beberapa ruas jalan dalam memperingati hari AIDS se-Dunia, Selasa.
"Kondom gratis merupakan simbol ajakan untuk mewaspadai penyebaran AIDS dan HIV yang perkembangannya semakin mengkhawatirkan," kata Chairuddin Langkat, general Manager Hotel Mercure sekaligus aktivis AIDS di Batam.
Dia mengatakan kegiatan hari AIDS se-Dunia lebih diutamakan memberikan pemahaman tentang bahaya "human immunodeficiency virus" (HIV) dan "acquired immune deficiency syndrome/acquired immunodeficiency syndrome" (AIDS), penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya.
"Kesadaran untuk mencegah AIDS dan HIV harus dimulai dari kita sendiri," kata dia.
Sementara itu, Candra Rizal, kepala Dinas Kesehatan Kota Batam mengatakan penanggulangan bahaya AIDS dan HIV bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata namun seluruh komponen masyarakat.
Senin, 29 November 2010
Gempa 5,4 SR Guncang Sukabumi
Senin, 29/11/2010 18:01 WIB
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Gempa bumi kembali mengguncang tanah air. Kali ini gempa berkekuatan 5,4 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat.
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Gempa bumi kembali mengguncang tanah air. Kali ini gempa berkekuatan 5,4 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat.
Hatta: Jembatan Selat Sunda Bisa Tahan Gempa Sampai 9 SR
Ramdhania El Hida - detikFinance
Jakarta - Pemerintah terus mendorong pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) meskipun nilainya cukup fantastis. Jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia dan tahan gempa 9 SR.
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/11/2010).
"Jembatan ini bakal jadi icon kebangkitan bangsa karena ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia. Pokoknya jembatan ini bisa menahan gempa 9 SR lebih," tutur Hatta.
Dalam membangun jembatan ini, Hatta mengatakan pemerintah akan menggunakan tenaga dan pikiran dari orang Indonesia. Tanpa bantuan dari asing sama sekali.
Jakarta - Pemerintah terus mendorong pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) meskipun nilainya cukup fantastis. Jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia dan tahan gempa 9 SR.
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/11/2010).
"Jembatan ini bakal jadi icon kebangkitan bangsa karena ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia. Pokoknya jembatan ini bisa menahan gempa 9 SR lebih," tutur Hatta.
Dalam membangun jembatan ini, Hatta mengatakan pemerintah akan menggunakan tenaga dan pikiran dari orang Indonesia. Tanpa bantuan dari asing sama sekali.
Sebelumnhya pemerintah ingin menjadikan Jembatan Selat Sunda (JSS) menjadi ikon negara layaknya Golden Gate Bridge di San Fransisco, AS dan Sydney Harbour Bridge.
Saat ini proyek tersebut masih masuk dalam tahapan konsep feasibility study. Tahun depan, diharapkanUntuk anggarannya, jembatan ini rencananya akan menghabiskan dana hingga Rp 140 triliun.
feasibility study tersebut bisa bergerak ke lapangan sehingga pembangunannya dapat dimulai pada tahun 2014.
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/11/2010).
"Jembatan ini bakal jadi icon kebangkitan bangsa karena ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia. Pokoknya jembatan ini bisa menahan gempa 9 SR lebih," tutur Hatta.
Dalam membangun jembatan ini, Hatta mengatakan pemerintah akan menggunakan tenaga dan pikiran dari orang Indonesia. Tanpa bantuan dari asing sama sekali.
Sebelumnhya pemerintah ingin menjadikan Jembatan Selat Sunda (JSS) menjadi ikon negara layaknya Golden Gate Bridge di San Fransisco, AS dan Sydney Harbour Bridge.
Saat ini proyek tersebut masih masuk dalam tahapan konsep feasibility study. Tahun depan, diharapkanUntuk anggarannya, jembatan ini rencananya akan menghabiskan dana hingga Rp 140 triliun.
feasibility study tersebut bisa bergerak ke lapangan sehingga pembangunannya dapat dimulai pada tahun 2014.
Dinas Pertambangan Ambil Sampel Mata Air Panas di Medan
Senin, 29/11/2010 16:54 WIB
Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Mata air yang menyembur di ruang tamu rumah milik salah satu warga Medan, Syawaluddin, membuat Dinas Pertambangan setempat turun tangan. Petugas mengambil sampel air panas tersebut untuk diteliti.
"Kemarin ada orang dari Dinas Pertambangan mengambil sampel air panas. Katanya mau diteliti kandungannya," kata salah satu kerabat Syawaluddin yang enggan disebut namanya, Senin (29/11/2010).
Gunung Bromo Meletus, Jatim Siap Hadapi Kondisi Terburuk

Senin, 29/11/2010 16:28 WIB
Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), masih berstatus awas dalam
radius 3 Km. Pemprov Jatim telah melakukan persiapan untuk menghadapi kondisi terburuk yang ditimbulkan akibat letusan gunung tersebut.
"Kita tetap melakukan persiapan dalam kondisi yang terburuk. Dalam penanggulangan ini adalah one command, satu komando, dan komandonya di sini langsung dipimpin bupati di tingkat policy. Sedangkan di tingkat lapangannya diserahkan kepada kapolres dan Pak Dandim," kata Wakil Gubernur Jatim, Saefullah Yusuf.
Mata Air Panas Muncul di Ruang Tamu Warga Medan
Senin, 29/11/2010 16:15 WIB
Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Mata air panas mendadak muncul di rumah salah satu warga di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Warga tersebut bernama Syawaluddin yang tinggal di Komplek Perumahan Kodam I, Jl Sejati, Gang Mesjid, Kelurahan Kampung Durian, Medan Perjuangan, Sumatera Utara (Sumut).
Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Mata air panas mendadak muncul di rumah salah satu warga di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Warga tersebut bernama Syawaluddin yang tinggal di Komplek Perumahan Kodam I, Jl Sejati, Gang Mesjid, Kelurahan Kampung Durian, Medan Perjuangan, Sumatera Utara (Sumut).
Medan - Mata air panas mendadak muncul di rumah salah satu warga di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Warga tersebut bernama Syawaluddin yang tinggal di Komplek Perumahan Kodam I, Jl Sejati, Gang Mesjid, Kelurahan Kampung Durian, Medan Perjuangan, Sumatera Utara (Sumut).
Sebelum menemukan sumber mata air panas yang menyembur itu, Syawaluddin mengaku penasaran dengan rasa hangat yang muncul di salah satu bagian di ruang tamunya. Karena itu, pria tersebut lantas membongkar bagian yang berada di pojok itu.
"Semula panas tersebut diduga aliran listrik yang korslet. Tapi tiba-tiba waktu bongkar ubin itu keluar air, saya heran juga karena airnya panas," kata Syawaluddin saat berbincang dengan wartawan di rumahnya.
Syawaluddin menemukan mata air itu pada Minggu 28 November sore. Kabar adanya mata air ini langsung menyebar ke tetangga, bahkan warga yang tinggal jauh dari rumah Syawaluddin. Mereka berbondong-bondong mendatangi rumah Syawaluddin untuk menyaksikan mata air panas itu.
Hingga hari ini, rumah Syawaluddin masih dibanjiri warga yang ingin menonton. Orang-orang berdesak-desakan untuk melihat langsung. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi tampak berjaga-jaga di lokasi. Petugas membantu mengatur warga agar mau mengantre.
Hingga kini belum diketahui air apa yang mengucur di rumah Syawaluddin itu. Namun yang pasti, antusiasme warga untuk mendapatnya cukup luar biasa.
(rul/ken)
Sebelum menemukan sumber mata air panas yang menyembur itu, Syawaluddin mengaku penasaran dengan rasa hangat yang muncul di salah satu bagian di ruang tamunya. Karena itu, pria tersebut lantas membongkar bagian yang berada di pojok itu.
"Semula panas tersebut diduga aliran listrik yang korslet. Tapi tiba-tiba waktu bongkar ubin itu keluar air, saya heran juga karena airnya panas," kata Syawaluddin saat berbincang dengan wartawan di rumahnya.
Syawaluddin menemukan mata air itu pada Minggu 28 November sore. Kabar adanya mata air ini langsung menyebar ke tetangga, bahkan warga yang tinggal jauh dari rumah Syawaluddin. Mereka berbondong-bondong mendatangi rumah Syawaluddin untuk menyaksikan mata air panas itu.
Hingga hari ini, rumah Syawaluddin masih dibanjiri warga yang ingin menonton. Orang-orang berdesak-desakan untuk melihat langsung. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi tampak berjaga-jaga di lokasi. Petugas membantu mengatur warga agar mau mengantre.
Hingga kini belum diketahui air apa yang mengucur di rumah Syawaluddin itu. Namun yang pasti, antusiasme warga untuk mendapatnya cukup luar biasa.
(rul/ken)
Warga Lereng Merapi Dihebohkan Video Awan Panas Berbentuk Pocong
Parwito - detikNews
Magelang - Sejumlah warga lereng Merapi kembali dihebohkan oleh fenomena aneh letusan gunung tersebut. Setelah awan yang pernah muncul menyerupai Petruk, kini warga ramai membicarakan soal awan panas yang bentuknya mirip hantu pocong.
Magelang - Sejumlah warga lereng Merapi kembali dihebohkan oleh fenomena aneh letusan gunung tersebut. Setelah awan yang pernah muncul menyerupai Petruk, kini warga ramai membicarakan soal awan panas yang bentuknya mirip hantu pocong.
Fenomena awan pocong itu berhasil direkam dalam sebuah video berdurasi 20 detik dan kini sudah beredar luas. Gumpalan awan panas yang keluar dari puncak Merapi membentuk wujud mirip wajah manusia dengan tali pocong yang terlepas di bagian kepala.
Setelah dilacak, video yang sudah menyebar dari ponsel ke ponsel itu ternyata berasal dari Marwoto (45), warga Tumpang Sari RT 05/ RW XIV, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.
Saat ditemui detikcom, Senin (29/11/2010), di komplek pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Kota Magelang, Marwoto bersama belasan warga sedang asyik menonton video yang banyak dinilai warga menyeramkan.
“Gambar ini saya dapat ketika letusan Merapi yang kedua, tepatnya pada hari Jumat (05/11) dari Kawasan Selo, Boyolali,” kata Marwoto.
Marwoto menyatakan, dia berhasil mengabadikan momen itu saat awan panas dengan cepat membumbung tinggi dan mengarah ke barat daya.
“Ke arah barat Mas. Soalnya saya posisi di Selo sehingga naik ke atas kanan mengarah ke daerah Ambarawa,” kisah Marwoto.
Marwoto menambahkan, gambar itu diambil dari dalam rumah, tepatnya di balik kaca jendela rumah rekannya sehingga gambar terlihat agak kabur.
Usai mendapatkan gambar aneh itu, Marwoto mengaku mencari-cari apa makna dari wujud awan panas yang membentuk hantu pocong dengan tali bagian kepala pocong terlepas.
“Kalau saya dari beberapa orang pintar dan paranormal menyatakan gambar itu mempunyai makna bahwa perlu adanya keterbukaan antarsesama manusia,” ujar Marwoto.
Video itu sampai saat ini menjadi pergunjingan masyarakat sekitar Merapi, mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga dan kalangan lain yang bisa menikmati video lewat ponsel.
Bawa Pesan Kebaikan
Suhadi (56), salah seorang yang dianggap sesepuh di Kawasan Magelang tepatnya di Dusun Sedayu, Kecamatan Muntilan, menyatakan, gambaran awan panas membentuk manusia atau pocong atau tokoh pewayangan merupakan pesan tersembunyi yang harus dibaca.
“Setiap pesan itu mengandung makna dan kita harus jeli dan menyebarkan pesan yang dibawa itu biasanya adalah mengajak kebaikan. Itu kalau orang percaya,” kata Suhadi.
Suhadi mengaku, selama erupsi Merapi berlangsung sebulan ini, ia sempat dimintai tolong oleh beberapa pengungsi yang kesurupan.
Yang pertama, dia dirasuki oleh roh yang mengaku sebagai Mbah Petruk yang menyampaikan pesan agar orang-orang di sekitar Merapi mendirikan salat lima waktu.
“Yang kedua juga sama. Dengan datang dan menyembah-nyembah mengaku dirinya sebagai tokoh pewayangan gareng yang menyatakan bahwa akan terjadi banjir lahar dingin besar. Sungai-sungai sekitar merapi akan dipenuhi dengan metrial batu dan pasir yang akan menjadi rejeki warga,” cerita Suhadi.
Suhadi berharap pesan itu bisa menjadi ‘pengeling-eling’ warga bahwa segala sesuatu perbuatan akan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
(lrn/lrn)
Fenomena awan pocong itu berhasil direkam dalam sebuah video berdurasi 20 detik dan kini sudah beredar luas. Gumpalan awan panas yang keluar dari puncak Merapi membentuk wujud mirip wajah manusia dengan tali pocong yang terlepas di bagian kepala.
Setelah dilacak, video yang sudah menyebar dari ponsel ke ponsel itu ternyata berasal dari Marwoto (45), warga Tumpang Sari RT 05/ RW XIV, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.
Saat ditemui detikcom, Senin (29/11/2010), di komplek pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Kota Magelang, Marwoto bersama belasan warga sedang asyik menonton video yang banyak dinilai warga menyeramkan.
“Gambar ini saya dapat ketika letusan Merapi yang kedua, tepatnya pada hari Jumat (05/11) dari Kawasan Selo, Boyolali,” kata Marwoto.
Marwoto menyatakan, dia berhasil mengabadikan momen itu saat awan panas dengan cepat membumbung tinggi dan mengarah ke barat daya.
“Ke arah barat Mas. Soalnya saya posisi di Selo sehingga naik ke atas kanan mengarah ke daerah Ambarawa,” kisah Marwoto.
Marwoto menambahkan, gambar itu diambil dari dalam rumah, tepatnya di balik kaca jendela rumah rekannya sehingga gambar terlihat agak kabur.
Usai mendapatkan gambar aneh itu, Marwoto mengaku mencari-cari apa makna dari wujud awan panas yang membentuk hantu pocong dengan tali bagian kepala pocong terlepas.
“Kalau saya dari beberapa orang pintar dan paranormal menyatakan gambar itu mempunyai makna bahwa perlu adanya keterbukaan antarsesama manusia,” ujar Marwoto.
Video itu sampai saat ini menjadi pergunjingan masyarakat sekitar Merapi, mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga dan kalangan lain yang bisa menikmati video lewat ponsel.
Bawa Pesan Kebaikan
Suhadi (56), salah seorang yang dianggap sesepuh di Kawasan Magelang tepatnya di Dusun Sedayu, Kecamatan Muntilan, menyatakan, gambaran awan panas membentuk manusia atau pocong atau tokoh pewayangan merupakan pesan tersembunyi yang harus dibaca.
“Setiap pesan itu mengandung makna dan kita harus jeli dan menyebarkan pesan yang dibawa itu biasanya adalah mengajak kebaikan. Itu kalau orang percaya,” kata Suhadi.
Suhadi mengaku, selama erupsi Merapi berlangsung sebulan ini, ia sempat dimintai tolong oleh beberapa pengungsi yang kesurupan.
Yang pertama, dia dirasuki oleh roh yang mengaku sebagai Mbah Petruk yang menyampaikan pesan agar orang-orang di sekitar Merapi mendirikan salat lima waktu.
“Yang kedua juga sama. Dengan datang dan menyembah-nyembah mengaku dirinya sebagai tokoh pewayangan gareng yang menyatakan bahwa akan terjadi banjir lahar dingin besar. Sungai-sungai sekitar merapi akan dipenuhi dengan metrial batu dan pasir yang akan menjadi rejeki warga,” cerita Suhadi.
Suhadi berharap pesan itu bisa menjadi ‘pengeling-eling’ warga bahwa segala sesuatu perbuatan akan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
(lrn/lrn)
Minggu, 28 November 2010
Tim Terpadu Kehutanan Jangan `Main Mata`
MEDAN~Proses revisi penunjukan kawasan hutan di Sumatera Utara (Sumut) atau yang biasa dikenal dengan revisi SK Menhut No. 44/2005 telah memasuki tahapan verifikasi oleh Tim Terpadu yang dibentuk Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
DPRD Sumut desak revisi SK Menhut No. 44/2005
Senin, 22/11/2010 12:28:03 WIBOleh: Master Sihotang
MEDAN: Anggota DPRD Sumatra Utara mendesak agar Menteri Kehutanan secepatnya merealisasikan revisi SK 44/2005 yang diajukan pemerintah daerah.
Ratusan Massa MPMT Rohul Demo PT SSL
Jum’at, 26 Nopember 2010 14:22
Lakukan Land Clearing di Lahan Sengketa,
Ratusan Massa MPMT Rohul Demo PT SSL
Ratusan warga yang tergabung dalam Masyarakat Petani Miskin Tangun (MPMT) Bangunpurba mendemo PT SLL, karena melakukan pembersihan di lahan sengketa.
Lakukan Land Clearing di Lahan Sengketa,
Ratusan Massa MPMT Rohul Demo PT SSL
Ratusan warga yang tergabung dalam Masyarakat Petani Miskin Tangun (MPMT) Bangunpurba mendemo PT SLL, karena melakukan pembersihan di lahan sengketa.
Langganan:
Postingan (Atom)

